Senin, 19 Maret 2012

HATI


 Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah HATI” (HR. Bukhari)
Hati adalah raja, seluruh tubuh adalah pelaksana. Aktivitas tidak dinilai benar jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati.

A. Macam-macam hati
1. Hati yang sehat
Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Allah berfirman: “Adalah hari yang mana harta anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat”
Hati yang selamat yaitu hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap syubhat
2. Hati yang mati
Yaitu hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ia tidak beribadah kepada-Nya, enggan menjalankan perintahNya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya
Hati seperti ini selalu berjalan dengan hawa nafsu dan kenikmatan duniawi dengan tidak peduli kepada keridhaan atau kemurkaan Allah SWT
3. Hati yang sakit
Yaitu hati yang hidup namun mengandung penyakit, ia akan mengikuti unsur yang kuat. Kadang cenderung pada “kehidupan” dan kadang cenderung pada penyakit.
Pada hati seperti ini terdapat kecintaan, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada Allah yang merupakan sumber kehidupannya.
Tetapi terdapat pula kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat hasad, kibr dan sifat ujub yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya.

B. Empat Racun Hati
1. Banyak Bicara
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda :
“Janganlah kalian berbanyak kata selain dzikrullah, sesungguhnya hal itu akan menjadikan kerasnya hati. Dan manusia yang paling jauh dari Allah adalah pemilik hati yang keras
2. Banyak Makan
Sedikit makan dapat melembutkan hati, menguatkan daya pikir, membuka diri, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat amarah Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya
Ibrahim bin Adham berkata: “Barang siapa memelihara perutnya akan terpeliharalah dinnya….”
3. Berlebihan dalam bergaul
Dalam bergaul kita klasifikasikan dalam 4 macam :
a. Kelompok yang apabila bergaul dengan mereka seperti makanan yang bergizi yaitu para ulama, ahli ma’rifatullah
b. Kelompok yang apabila bergaul dengan mereka seperti mengkon-sumsi obat. Selama anda sehat anda tidak memerlukan mereka. Mereka adalah profesional dalam urusan muamalat, bisnis dll.
c. Kelompok yang apabila bergaul dengan mereka berarti mengkon-sumsi penyakit, yaitu mereka tidak membawa keuntungan. Misalnya dengan orang yang hasad, orang yang suka bergosip dsb.
d. Kelompok yang apabila bergaul dengan mereka ibarat minum racun yang membawa kebinasaan total. Misalnya ahli bidah dan kesesatan
4. Banyak memandang
Tiga bencana akibat banyak memandang adalah :
a. Rasulullah SAW bersabda : “Pandangan itu adalah panah beracun iblis. Barang siapa menundukkan pandangannya karena Allah, dia akan berikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan sampai ketemu denganNya” (HR Tabrani)
b. Masuknya setan ketika se-seorang memandang.  Sesungguh-nya setan masuk lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruang hampa.
c. Pandangan menyibukkan hati, menjadikan lupa akan hal-hal bermanfaat baginya dan menjadi penghalang antara keduanya. Urusannya menjadi kacau, selalu lalai dan mengikuti hawa nafsunya

C. Nutrisi Hati
1. Dzikir dan membaca Al Quran
Allah berfirman : “Maka Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu” (QS. AlBaqarah: 152)
2. Istighfar
Allah berfirman: “Dan mintalah maghfiroh   kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al Baqarah : 199)
3. Do’a
“Berdoalah kepada-Ku, Niscaya Aku   kabulkan” (QS. Al Mukmin: 60)
4. Bershalawat atas Nabi
“Barangsiapa bershalawat atasku sekali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali”     (HR. Muslim)
5. Qiyamul Lail (Shalat Malam)
“Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah qiyamul layl” (HR. Muslim)

Oleh:
H. Usep Setiawan
Disarikan dari buku :
“Tazkyatun Nafs”
karangan Ibnu Rajab Al-Hambali, dkk